Vibrio cholerae
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| ?Vibrio cholerae | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
TEM image
| ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
| ||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Vibrio cholerae Pacini 1854 |
Vibrio cholerae merupakan bakteri gram negatif, berbentuk basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik dari antigenflagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya berasosiasi dengan eukariot.[1] Spesies Vibrio kerap dikaitkan dengan sifat patogenisitasnya pada manusia, terutama V. cholerae penyebab penyakitkolera di negara berkembang yang memiliki keterbatasan akan air bersih dan memiliki sanitasi yang buruk.[2] V. cholerae ditemukan pertama kali oleh ahli anatomi dari Italia bernama Filippo Pacini pada tahun 1854. [3]. Namun, penemuan awal ini baru dikenal luas setelah Robert Koch, yang mempelajari penyakit kolera di Mesir, pada tahun 1883 berhasil membuktikan bahwa bakteri tersebut adalah penyebab kolera. [3]
[sunting]
Untuk melakukan isolasi dan pemeliharaan vibrio, dapat menggunakan media Thiosulfate-citrate-bile salts agar (TCBS) yang merupakan media selektif untuk isolasi dan pemurnian Vibrio.[2] Vibrio mampu menggunakan sukrosa sebagai sumber karbon akan berwarna kuning, sedangkan yang lainnya berwarna hijau.[2] Akan tetapi terdapat beberapa mikrob yang juga dapat tumbuh pada media ini, seperti Staphylococcus, Flavobacterium,Pseudoalteromonas, and Shewanella.[2] Sedangkan untuk perbanyakan Vibrio, dapat digunakan media Alkaline Peptone Water (APW) yang memiliki pHrelatif tinggi, yaitu berkisar 8.4 dan mengandung NaCl sebesar 1-2%.[2]Adapun pertumbuhan optimum vibrio adalah pada suhu berkisar antara 20- 35oC.[2]Isolasi
[sunting]Uji Biokimia
Teknik yang digunakan dalam identifikasi fenotipe V. cholerae adalah uji lisin dekarboksilase dan ornitin (arginin) dekarboksilase, oksidase, Kliger Iron Agar (KIA), dan uji indol.[4] V. cholerae akan menunjukkan hasil positif pada keempat uji biokimia tersebut.[4] Hasil positif untuk uji oksidase dan uji lisin dan arginin dekarboksilase adalah terbentuknya warna ungu tua.[4] Pada uji KIA, tidak terbentuk gas, dengan slant (bagian permukaan media) berwarna merah (bersifat basa) dan butt (bagian dasar media) berwarna kuning (bersifat asam).[5] Untuk uji indol, akan terbentuk warna merah keunguan pada permukaan.[5]







0 komentar:
Posting Komentar